Kamis, 28 Juni 2018

JHS' Memories : Part 1 -Being 7th Grader


 Hello, everyone! We’re back! Maaf udah lama ga update. Yap, it’s been 5 months since we wrote last time. Itu karena kami semua lagi FOCUS ujian. And finally! We just graduated! Dan kali ini kami akan cerita sedikit tentang masa SMP kami. Sebenarnya mau ditulis dengan bahasa yang formal dan tata bahasa yang benar(ala-ala cerpen gitu), tapi kalian semua pasti akan lebih malas baca. Soon aja deh, ya. Jadi, maaf kalau bahasanya campur aduk. Hehehe. Btw, ada foto-fotonya juga lho! Okay let’s start!

Back to 2015/2016-Kelas 7
Sabtu, 11 Juli 2015. Pembagian kelas dan briefing untuk MOPD (sekarang MPLS). Satu kata untuk hari itu, “CANGGUNG”. Bener-bener canggung. 165 orang berada dalam satu tempat yang sama, tapi berkumpul sesuai SD-nya masing-masing. How funny we are! Dan yang paling ngenes adalah mereka yang ga punya temen dari SD yang sama. Mereka hanya bisa diam dan mengamati betapa bahagianya yang bisa berkumpul dengan teman-teman SDnya. Miris (just kidding, okay😂)

Satu kata yang terngiang di pikiran saat dengar kata “MOS” (atau MOPD/MPLS) adalah pentas seni. Kenapa? Karena kegiatan MOS (MOPD/MPLS) waktu itu sangaaaat membosankan (maaf Pak, Bu J), kecuali pentas seni. Yaa, walaupun sebenarnya acaranya lumayan creepy, tapi accoustic 7A saat itu, suara Agnes dan Michell, stand up comedy ala Edgar-Emyr, dan Laskar Pelangi 7D-7E bener-bener unforgettable.

Kelas 7 itu masa peralihan yang bener-bener kentara banget. Kenapa? Karena beberapa orang yang dulunya alim dan pendiam bisa berubah 1800 jadi hiperaktif, dan yang paling ngagetin adalah mereka jadi suka ngomong KASAR. Selain itu, menurut pengamatan kami, banyak banget temen-temen yang sebelumnya belum mengenal ‘pacaran’, tiba-tiba jadi kolektor mantan dalam waktu beberapa bulan. Unbelievable.
Thanks ex7B buat fotonya
             
Thanks ex7D buat fotonya

   
Meski belum terlalu mengenal satu sama lain dan kelas masih didominasi oleh kelompok-kelompok tertentu, kami juga punya pengalaman-pengalaman asik yang kami rasakan sama-sama. Misalnya waktu sabtu bersih, ada yang susah-susah bersihin, ada yang malah gabut-gabutan duduk di emper depan kelas; waktu sebelum pramuka mulai, jajan bareng, leyeh-leyeh bareng di lapangan, abis itu kedandapan baris karena peluit pratama udah ditiup; dan masih banyak lagi.

Sebenarnya, banyak banget peristiwa-peristiwa lain yang susah dilupakan. Mulai dari belajar bareng di kelas, rusuh di kelas, debatnya 7E vs 7A, anak 7B yang berantem, anak 7D yang ‘ngintip’ kaum hawa 7A di ruang ganti, PDKT, bikin gang, main HP di perpus, WiFian di sekolah (mungkin emang pertama kalinya punya sekolah yang ada WiFi), LDK OSIS dan MPK, males-malesan bikin mading kelas, nembang, akrab bareng kakak kelas, nungguin temen boker, gabut ga jelas waktu jeda semester, uang kas yang hilang, dan masih banyak lagi. Dan satu peristiwa yang pasti ga lupa adalah kemah pramuka pertama kami. 


Thanks Lidya buat fotonya


Tidak ada komentar:

Posting Komentar