Senin, 11 Desember 2017

Siapa itu Santo Fransiskus?

Riwayat Hidup Santo Fransiskus Assisi


Fransiskus lahir di Assisi, daerah Umbria pada tahun 1181. Ayahnya adalah pedagang kaya bernama Pietro Bernadone dan ibunya bernama Dona Pica Bernadone. Ia dibaptis di gereja St. Rutfi no di Assisi dengan nama Johannes  Pembaptis. Sepulang dari negeri Prancis, karena kekagumannya akan negeri itu, ayahnya mengganti nama “Johannes” dengan “Francesco”.
Sejak masih kecil hingga berumur sekitar 25 tahun, ia menghabiskan dan menyia-nyiakan waktunya secara menyedihkan. Ia suka pamer, pesta pora, menarik perhatian dengan lelucon murahan, omong kosong, dan berpakaian mewah.

Fransiskus Muda seakan tidak dapat mengendalikan diri untuk memenuhi hasrat kemudaannya. Pada saat itu, rahmat Allah hadir atasnya. Fransiskus Sakit dalam waktu lama. Dalam sakitnya, ia mengalami perubahan pola pikir. Ia mulai tidak dapat lagi mengalami indahnya dunia, merasakan dirinya tidak berharga.

Namun, seiring waktu berjalan, niat baiknya luntur. Ia sering mengikuti perang agar mendapat kemuliaan dan ketenaran. Sampai-sampai, ia pernah dijebloskan ke dalam penjara, tetapi dibebaskan setelah satu tahun.

Suatu hari, seorang bangsawan Assisi hendak bertolak ke Apulia. Mendengar itu, Fransiskus berkobar-kobar hatinya ingin mengikutinya. Ia asyik berpikir tentang rencana itu dan bersemangat untuk berangkat, ketika pada suatu malam ia kembali dikunjungi Tuhan. Ketika sedang tidur nyenyak, tampaklah seseorang yang tak dikenal memanggil namanya dan mengantarnya ke puri yang maha luas dan menyenangkan. Ia melihat bermacam-macam senjata dan baju zirah yang sangat indah. Tapi tiba-tiba Tuhan mengaatakan bahwa senjata-senjata dan pakaian perang itu tidak diperuntukkan baginya. Semenjak saat itu, Fransiskus  mulai menarik diri dari lingkungannya. Ia pergi ke gua dekat Assisi untuk berdoa memohon rahmat dan kekuatan.
Suatu hari, ia mendapat panggilan Allah untuk mengunjungi orang kusta, orang yang selama ini ia pandang rendah. Setelah itu, ia berkuda di dekat Assisi, dan dijumpainya seorang kusta. Ia selalu merasa ngeri terhadap penderita kusta tetapi saat itu ia berusaha sekuat-kuatnya mengatasi kejijikan yang menderanya. Kemudian ia turun dari kudanya dan sambil memberikan uang kepada orang kusta itu, ia mencium tangannya.

Padasuatu hari, ketika Fransiskus sedang berjalan di dekat Gereja San Damiano, didengarnya suara dari dalam yang mendesaknya masuk ke dalam dan berdoa. Ia menurutinya. Sambil berlutut di depan gambar Penyelamat yang Tersalib, ia mulai berdoa dengan amat khidmat. Kemudian suara itu mengatakan bahwa Fransiskus sebaiknya memperbaiki gereja yang hampir roboh itu.
Lalu ia pulang dan kembali lagi ke San Damiano dengan riang dan penuh semangat. Tak lupa ia memakai baju pertapanya. Kemudian ia mulai memperbaiki gereja tersebut. Banyak orang mencemoohnya dan menganggapnya gila, sedangkan orang lain terharu. Ia tidak ambil pusing akan tertawaan orang dan menyampaikan syukur kepada Tuhan dengan semangat yang berkobar-kebar. Sejak saat itu hatinya terkena dan terlukai cinta kasih yang meluluhkan dan belas kasihan kepada derita Kristus. 
Dalam hidup selanjutnya ia menanggung luka-luka Tuhan Yesus dalam hatinya. Semenjak itu, ia terus-menerus mematiragakan tubuhnya dengan keras, tidak hanya bila ia sehat, tetapi juga bila ia sakit. Sampai saat perbaikan Gereja San Damiano diselesaikan, Bapa Fransiskus masih mengenakan jubah pertapa dengan sabuk kulit sebagai ikat pinggang. Ia membawa tongkat dan kakinya pun berkasut. Pada suatu hari dalam perayaan misa kudus, ia mendengar sabda Kristus yang mengutus murid-muridnNya pergi mewartakan sabda, tanpa membawa emas atau perak dan bekal. Setelah mendengar injil tersebut, maka ia mulai mempraktikkannya dan melaksanakannya.

Fransiskus sering ke Gunung La Verna dekat Arezzo. Ketika berdoa, Fransikus mendapat penglihatan tentang Yesus yang terpaku di salib. Daripadanya Fransiskus memperoleh kelima luka Tuhan Yesus: pada kedua kaki, kedua tangan, dan lambung. Kelima luka itu disebut stigmata(dirayakan pada tanggal 17 September). Fransiskus merasa sakit sekali, namun diterimanya dengan penuh kegembiraan dan kemanisan.

Demikianlah Allah telah menangkap Allah telah menangkap pilihanNya. Dari ksatria pilihan Allah sendiri inilah akan muncul aliran yang berkembang pesat dan menjadi ordo terbesar dengan pengikut terbesar yang pernah ada dalam sejarah gereja.

Note: 
Sumber: Buku Kemarsudirinian Kelas VII

Go Go Focus!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar